TUGAS MAKALAH
KONSEP TEKNOLOGI
NAMA : AHMAD ABDILLAH MARTAK
NPM : 03.2008.1.06549
NO APSEN : 11
KELAS : A3
TTD :
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUD TENOLOGI ADHI TAMA SURABAYA
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi demikian cepat dan canggihnya,
khususnya sarana komunikasi telepon yang dewasa ini telah berbasis TI. Tesis ini
mencoba untuk menganalisa tingkat kepuasan pelanggan telepon khususnya pelanggan
perumahan yang telah lama memanfaakannya.
Pengambilan sampel dilakukan di daerah pelayanan telekomunikasi Jakarta Barat
(PT Telkom Jakarta Barat) yang di dasarkan pada karakteristik luasnya daerah
pelayanan dan banyak serta kepadatan sambungan telepon.
Hal-hal yang ditanyakan adalah seputar tingkat kepuasan terhadap produk layanan
telepon yang didasarkan pada harapan dan kenyataan dengan jumlah sampel sebanyak
100 diambil secara acak dan di analisis dengan menggunakan t – test ( student test ), uji
statistik non parameterik dari Spearman dan analisis diskriptif inportance- performance
dari Kotler. Hasil analisisnya menunjukan bahwa ternyata produk layanan PT Telkom
Jakarta Barat yang berbasis TI secara umum relatif memuaskan
Kata kunci : Kepuasan, Telkom, Sistem Informasi.
PENDAHULUAN
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, baik dari segi jumlah penduduk, luas wilayah, kekayaan alam dan sumber daya yang dimiliki.
Namun, kebesaran ini juga membawa beberapa tantangan di dalam mengelola seluruh sumberdaya yang ada dan untuk membawa negara ini semakin maju. Salah satu contoh tantangan adalah kondisi geografis negara Indonesia yang membentang dari Barat ke Timur, yang terdiri atas 14.000 pulau besar dan kecil serta diselingi dengan laut dan selat.
Kondisi ini pasti menyulitkan pelaksanaan beberapa program pemerintah yang membutuhkan kecepatan dan keluasan. Salah satu program utama yang mengalami tantangan ini adalah dunia pendidikan.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, maka pendidikan adalah hak mutlak bagi warganegara Indonesia , dimana menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut.
Berbagai daya dan upaya dikerahkan untuk memenuhi amat tersebut dan melibatkan seluruh alat yang dapat dimanfaatkan, termasuk pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan merupakan sebuah alat di dalam mencapai tujuan pedidikan, yaitu mencerdaskan anak bangsa, dimana di dalam pengembangannya terbagi atas beberapa hal, yaitu infrastruktur, SDM dan konten. Ketiga hal tersebut dilaksanakan secara paralel, karena satu sama lain harus saling mendukung untuk dapat menjadi sebuah alat yang lengkap untuk dimanfaatkan di dalam pencerdasan anak bangsa.
MANFAAT TEKNOLAGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Banyak sekali manfaat dari pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan.
A. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan.
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan.
B. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
C. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
D. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seirng perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seirng perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
E. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan
Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
1. Terhadap Kehidupan Bermasyarakat Proses penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
merupakan dasar yang muncul dan dikenal sebagai Informatika Masyarakat. Masyarakat informatika melibatkan diri lebih dari sekedar pengadopsian teknologi informasi dan komunikasi di dalamnya, tetapi ikut dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi demi keuntungan masyarakat lokal. Masyarakat informatika tidak hanya menghadapkan teknologi, tetapi juga gagasan sosial yang dikenal sebagai modal sosial. Masyarakat informatika juga memperkenalkan dimensi baru ke dalam konsep pembagian masyarakat berdasarkan modal budaya dan kelas sosial yang menstratifikasi masyarakat.
Sebagai satu bidang akademik, masyarakat informatika mengambil sumber daya dan partisipan dari serangkaian latar belakang, termasuk Ilmu Komputer, Manajemen, Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Perencanaan, Sosiologi, Pendidikan, Kebijakan Sosial, dan penelitian Pedesaan, Regional, dan Pembangunan.
Sebagai suatu praktik, masyarakat informatika merupakan kepentingan bagi mereka yang perhatian dengan Pengembangan Masyarakat dan Ekonomi Lokal di Negara Berkembang maupun Maju dan memiliki hubungan dekat dengan mereka yang bekerja di bidang-bidang seperti Pembangunan Masyarakat, Pembangunan Ekonomi Masyarakat, Informatika Kesehatan Berbasis Masyarakat, Pendidikan Dewasa dan Lanjutan.
Masyarakat informatika adalah bagian dari struktur masyarakat di dunia yang muncul dan memiliki peran di sejumlah tingkat fundamental dalam masyarakat yang berkembang. Masyarakat informatika dapat dideskripsikan sebagai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk praktik masyarakat, yang didefinisikan oleh Glen (1993) sebagai Penyampaian Layanan Masyarakat, dan Tindakan Masyarakat. Khususnya, Praktik Masyarakat semakin dianggap fundamental untuk masalah-masalah sosial karena masyarakat di suatu tempat menghadapi dunia perdagangan modern yang kurang menjadi subyek negara/ bangsa.
Komunikasi telah memainkan peranan penting dalam mengembangkan dan mempertahankan kesehjateraan masyarakat secara geografis sepanjang sejarah. Informatika Masyarakat adalah sebuah fenomena terkini pada masyarakat jaringan modern, dapat dilacak pada pemrakarsa komunikasi masyarakat akhir 1980 sampai awal 1990.
Sejak permulaan, tujuan utama teknologi masyarakat adalah untuk menggunakan prasarana, aplikasi, dan layanan informasi dan komunikasi untuk memberdayakan dan melestarikan modal sosial masyarakat lokal (jaringan, organisasi, kelompok, aktivitas, dan nilai yang mendasari kehidupan masyarakat).
2.Terhadap Pembelajaran di sekolah
Kita harus tahu bahwa untuk memanfaatkan TIK dalam hal pembelajaran tidak semudah dibayangkan.Perlu beberapa syarat yang harus dipenuhi demi terwujudnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran,diantaranya :
-Adanya akses teknologi internet untuk guru maupun siswa,baik di dalam kelas,sekolah,maupun lembaga pendidikan guru,
-Adanya materi yang bermutu bagi guru dan siswa,
-Guru harus harus produktif terhadap perkembangan TIK.
Selain itu,untuk menghindari pemanfaatan teknologi yang kurang bermanfaat apalagi dalam hal negatif oleh siswa karena pembelajaran TIK antar siswa dengan cepat maka mengarahkan pemanfatan TIK dalam pembelajaran menjadi sangat penting sehingga siswa disibukkan dengan eksplorasi subjek positif dalam penggunaan TIK.Bentuk nyatanya dapat berupa penugasan pencarian artikel,sumber bacaan,atau pengiriman tugas(PR) melalui e-mail
Dan juga harus tercipta kemudahan akses internet di lingkungan yang terkontrol seperti di sekolah atau rumah melebihi kemudahan akses di tempat umum seperti warnet agar aktivitas on-line siswa lebih terkontrol.
Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya :
-Presentasi
-Demonstrasi
-Kelas Virtual
Blog sekarang memang menjadi tempat bagi semua orang seperti pelajar untuk munumpahkan semua ilmu dan aktifitas sehari-harinya.Dengan menulis di Blog kita dapat :
-Mengembangakan kreatifitas kalian dalam menulis.Selain itu apabila tulisan kalian bagus maka kita akan mendapatkan komentar sebagai bentuk penghormatan terhadap tulisan kita,
-Mempersiapkan diri kita untuk bersaing di dunia global yang menuntut kita terjun dalam teknologi, nah apabila kita terbiasa menulis di Blog maka kita akan terbiasa menggunakan teknologi dalam menjalani kehidupan.
Dengan e-mail,kita bisa mengirimkan tugas yang diberikan oleh guru tanpa harus bertatap muka langsung.Dan dengan menjelajah internet,kita akan tahu banyak hal yang bisa di dapat melalui internet seperti mencari artikel yang berkaitan dengan mata pelajaran di sekolah.Ini semua sangat menunjang sekali terhadap proses belajar di sekolah.
PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI INDONESIA , TANTANGAN DAN PELUANG
Sejarah Peradaban Manusia mencatat bahwa 50 tahun terakhir peran teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi bagian utama penentu gerak peradaban umat manusia.
Sebutlah bidang kemanusiaan apa yang saat ini tidak tersentuh oleh teknologi informasi dan komunikasi ini. Bidang ekonomi, perdagangan, pertahanan keamanan, bidang sosial,
pendidikan tidak ada satupun yang tidak tersentuh oleh teknologi informasi dan komunikasi.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah berkembang sangat jauh saat ini dan telah
merevolusi cara hidup kita, baik terhadap cara berkomunikasi, cara belajar, cara bekerja, cara
berbisnis, dan lain sebagainya. Era informasi memberikan ruang lingkup yang sangat besar
untuk mengorganisasikan segala kegiatan melalui cara baru, inovatif, instan, transparan,
akurat, tepat waktu, lebih baik, memberikan kenyamanan yang lebih dalam mengelola dan
menikmati kehidupan.
Dengan teknologi informasi dan komunikasi semua proses kerja dan konten akan
ditransformasikan dari fisik dan statis menjadi digital, mobile, virtual dan personal. Akibatnya
kecepatan kinerja bisnis meningkat dengan cepat. Kecepatan proses meningkat sangat tajam
di banyak aktivitas modern manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak aktivitas yang berubah menjadi sangat cepat,
proses Analisa perdagangan (trading analytics) misalnya, yang dahulu membutuhkan waktu 30
menit sekarang hanya membutuhkan 5 detik; Operasional penerbangan (airline operation),
yang dahulu 20 menit sekarang hanya 30 detik; Pertanyaan-pertanyaan yang diterima oleh call
center (call center inquiries), yang dahulu membutuhkan waktu 8 jam, dengan bantuan expert
information system sekarang hanya membutuhkan waktu 10 detik; Penelusuran posisi
keuangan (track financial position), yang dahulu membutuhkan waktu 1 hari penuh, sekarang
hanya 5 menit; Supply chain updates, yang dahulu 1 hari sekarang hanya 15 menit; Transfer
dokumen (document transfer) yang dahulu 3 hari, sekarang hanya 45 detik; Aktifasi telepon
(phone activation) yang dahulu 3 hari sekarang hanya 1 jam; Pemulihan gudang data (refresh
data warehouse) yang dahulu 1 bulan sekarang hanya 1 jam; Penyelesaian dagang (trade
settlement) yang dahulu 3 hari, sekarang hanya 1 hari; Pemesanan PC (build to order PC)
yang dahulu 6 hari, sekarang hanya 24 jam.
Bagaimana memanfaatkan Teknologi ini untuk meningkatkan daya saing Nasional misalnya menjadi tugas yang tidak ringan1. Sampai dua tahun yang lalu daya saing Indonesia masih menempati urutan ke-58 dari 60 negara di dunia. Posisi ini kembali turun. Kurang dari dua
pekan dari hari ini kembali kita mendengarkan adanya pengumuman ranking daya saing
yang rendah di dunia.
Human Development Index Indonesia pada Tahun 2004 masih menempati urutan ke-111 dari 177 negara dan urutan ke-5 dari negara ASEAN, E-Readiness Indonesia (kesiapan
infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, serta kebijakan lingkungan usaha dan sosial
yang mendukung) pada tahun 2005 menempati urutan ke-59 dari 64 negara.
Realitas kondisi ini memberikan kesempatan yang luas bagi Tekonologi Informasi dan
Komunikasi untuk berperan lebih luas. Ruang perkembangan yang sangat luas inilah yang
memberikan kesempatan bagi seluruh warga negara, bahkan termasuk para Lulusan Jurusan
Ilmu Komputer Unika Parahyangan ini untuk ikut berperan mengisinya. Itulah mengapa topik
Keynote Speech saya saat ini berkaitan dengan tantangan dan peluang bagi para lulusan
Jurusan Ilmu Komputer.
CATATAN :
Data yang dilansir oleh Transaparansi Internasional tahun 2005 yang lalu misalnya mengungkapkan posisi Indonesia di ranking 137 dari 159 negara. Posisi yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan posisi aktivitas korupsi yang sangat parah di dunia. Dari data tersebut terlihat bahwa hanya 22 negara yang lebih parah aktivitas korupsinya dari posisi Indonesia . Ranking yang sangat buruk ini menunjukkan betapa unsur good governance menjadi masalah utama di Indonesia. Korupsi menunjukkan buruknya pengelolaan aktivitas dalam negara. Sistem berbasis prinsip transaksi elektronik global yang dibuat, difokuskan pada sumber utama kerusakan yang membuat aktivitas good governance terhambat (Peranan Aparatur Dalam Pencegahan Korupsi, Syahruddin Rasul, KPK, 2006).
Marilah kita berjalan-jalan melihat seluruh wilayah negeri ini. Marilah kita melihat-lihat garis
pantai yang bahkan lebarnyapun akan jauh lebih panjang dibandingkan dengan panjang benua
Eropa. Negeri kita memiliki garis pantai terpanjang di seluruh dunia. Apa yang dapat dilakukan
oleh TIK terhadap kharakter khas alam negeri ini? Apa yang menjadi kelebihan dari garis
pantai yang lebar, apa yang menjadi kekurangannya, apa yang menjadi kelemahan dan
kekuatannya ?
Baru-baru ini kita mendengar keberhasilan Polri membongkar penyelundupan 1 Ton narkoba yang dikirim oleh para pengedar obat terlarang ini dari salah satu lokasi pantai dari ribuan
kilometer garis pantai yang kita miliki. Dengan garis pantai yang ribuan kilometer yang kita
miliki ini, sebenarnya membuat negeri ini menjadi sangat terbuka. Hampir tidak mungkin untuk
mengendalikan dan mengontrol seluruh aktivitas yang dilakukan di titik-titik pantai di perairan
laut yang kita miliki. Bagaimana TIK berperan dalam memecahkan masalah seperti itu ? Ada
kesempatan yang luar biasa besar bagi TIK untuk ikut membenahi masalah-masalah seperti
ini. Yang berarti terbuka peluang yang sangat luas bagi para lulusan ilmu komputer untuk ikut
berperan langsung.
Marilah kita lihat sekarang kekayaan alam laut yang kita miliki. Bangsa kita ini memiliki sumber daya alam yang paling banyak ragamnya di muka bumi ini. Belum pernah ada sebuah lokasi yang memiliki keragaman kekayaan alam laut sebanyak yang diberikan oleh Tuhan kepada
Bangsa ini.
mengungkapkan bahwa di tahun 2005 ada sekitar 5 juta orang penduduk di Pulau General
Santos Filipina yang menikmati hasil laut Indonesia dari sebanyak 250 kapal ikan Filipina yang
menangkap ikan di Indonesia secara resmi. Data ini membuat ijin menangkap ikan yang
tadinya diberikan terpaksa dihentikan pada tahun itu, karena diperkirakan terdapat jutaan ton
ikan per tahun yang diangkut ke negara tetangga itu tanpa ada bagi hasil dengan Indonesia .
Dari data yang dimiliki oleh Departemen yang sama misalnya saat ini terdapat potensi lestari ikan laut sebesar 6,2 juta ton ikan yang baru tereksploitasi kurang lebih sebanyak 3,5 juta ton ikan saja (kurang dari 56 persen).
Sebanyak 65 % potensi ikan tuna dunia ternyata dimiliki oleh Indonesia . Sisanya 35 % dibagibagi di banyak perairan laut lain di muka bumi. Data yang luar biasa ini memberikan informasi kepada kita bahwa negeri ini sangat kaya raya. Jutaan dollar potensi hasil laut yang kita miliki dapat kita eksploitasi untuk menyediakan dana yang cukup bagi kesejahteraan negeri. Jutaan dollar potensi laut yang kita miliki akan memberikan dana yang cukup bagi puluhan juta
keluarga miskin dan jutaan pengangguran yang ada di Indonesia ini misalnya. Di sinilah peran
penting TIK di Indonesia. Peran penting TIK adalah membantu mengidentifikasi kekayaan yang
dimiliki oleh negeri, membantu proses eksploitasi dan pemanfaataannya, serta membantu
mengarahkan kelebihan yang dimiliki oleh kekayaan alam yang melimpah ruah ini untuk
memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh negeri.
Dalam aktivitas pengembangan embrio bisnis dikenal istilah technopreneurship. Sebuah
aktivitas pengembangan usaha yang mengedepankan kemandirian dalam bidang permodalan
kerja dan berorientasi pada utilitas dan penggunaan keunggulan teknologi termasuk teknologi
informasi. Kita melihat dengan nyata bukti dari technopreneurship ini di Lembah Silicon.
Hampir 80 % usaha industri yang saat ini mendominasi dunia dibangun dari lembah silicon
dengan pendekatan technopreneurship ini. Marilah kita lihat fenomena Google yang saat ini
memiliki nilai bisnis lebih dari 120 milyar dollar yang mengungguli pendahulunya Yahoo yang
saat ini memiliki nilai bisnis hanya 60 milyar dollar. Bandingkan nilai bisnis ini dengan
misalnya nilai Bisnis PT Telkom Tbk. yang baru mencapai kurang dari setengah dari nilai bisnis
Yahoo. Nilai bisnis besar yang dicapai oleh perusahaan-perusahaan berbasis TIK ini ternyata
dibangun pada awalnya oleh pengembangan nilai-nilai technopreneurship di lembah silicon.
Kita bisa mengusung konteks technopreneurship ini dalam pemanfaatan keunggulan TIK di
Di sini dan dalam konteks yang sama para lulusan jurusan Ilmu Komputer dapat menemukan peran penting dan peluang yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang.
Terkait dengan hal ini juga perlu saya ingatkan lingkungan industri untuk memperhatikan sektor
riset dan development. Panduan normal untuk alokasi dana Riset dan Pengembangan adalah
sebesar 5 % s.d. 25 % dari total nilai penjualan yang dimiliki oleh perusahaan. Besarnya nilai
yang diinvestasikan untuk aktivitas R&D ini akan menjadi salah satu pendorong munculnya
aktivitas terkait technopreneurship2. Pengalokasian dana lebih besar untuk aktivitas R&D ini
akan mendorong lebih cepat technopreneurship.
Sebelum mengurai lebih lanjut betapa luasnya manfaat teknologi Informasi dalam kehidupan kita marilah kita melihat sebentar apa yang telah terjadi pada bangsa ini beberapa waktu yang lalu, serta apa peran Teknologi Informasi dan Komunikasi di sana .
Baru-baru ini ketika terjadi rangkaian bencana Tsunami dan gempa bumi besar di Pantai
Selatan Pulau Jawa, Yogyakarta , Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh
Darussalam teknologi informasi dan komunikasi hadir membantu remediasi seluruh kehidupan masyarakat korban bencana. Ratusan ribu korban yang berguguran membuat aktivitas
penanganan pasca bencana harus dilakukan dengan sangat cepat. Rusaknya infrastruktur
jalan, jaringan telekomunikasi, instalasi listrik, perumahan, dan berbagai sarana penunjang
aktivitas sosial lain membuat penanganan korban menjadi sangat tidak mudah.
Teknologi informasi dan komunikasi hadir dan memberikan banyak kemudahan dalam proses evakuasi terbesar dalam sejarah Republik ini. Dengan perangkat telepon satelit yang kecil dan mudah dibawa; proses evakuasi korban, pemberian bantuan, dan pemantauan keadaan
korban bencana menjadi mudah dilakukan. Tidak terbayangkan apa yang terjadi di NAD dan
Sumatera Utara, Pantai Selatan Pulau Jawa, dan Yogyakarta pasca bencana Tsunami dan
gempa tanpa bantuan teknologi informasi dan komunikasi.
Di Nagroe Aceh Darussalam diakui atau tidak bencana Tsunami telah menyebabkan sebuah
periode sejarah peradaban manusia Indonesia musnah dari Bhumi Serambi Mekah itu.
Demikian juga di Yogyakarta , dan daerah-daerah pantai pesisir selatan Pulau Jawa.
Selain musnahnya jiwa dan harta, ada tak terhitung data dan informasi yang musnah pasca
bencana tersebut. Informasi yang dikumpulkan selama ratusan tahun di Bhumi Aceh misalnya
hilang bersama dengan ratusan ribu jiwa. Bahkan sampai saat ini Kita tidak tahu informasi
penting apa saja yang telah hilang akibat bencana besar itu. Informasi itu mungkin sangat
dibutuhkan di masa yang akan datang, dan sampai saat ini kita juga tidak mengetahui bagian
CATATAN :
Sebuah Perusahaan Industri Telematika China (Hwuawei) bahkan mengalokasikan dana R&D ini lebih dari 60 % dari total pendapatan yang mereka miliki. Dalam waktu kurang dari 1 dekade seluruh teknologi terbaru telematika berhasil mereka kuasai.
Dunia masa depan adalah dunia yang dipenuhi jalinan informasi masa lalu dan masa kini yang rumit. Sebuah bangsa akan kehilangan jati dirinya jika ada setitik jalinan informasi ini yang
hilang. Sampai saat ini ilmu pengetahuan masih belum mengetahui wajah integral kondisi
masa lalu peradaban dan kehidupan yang ada di dunia. Banyak misteri tak terpecahkan yang
muncul karena adanya missing link informasi. Dan missing link yang muncul ini terbukti banyak
membuat manusia modern malah kehilangan jati dirinya, tak mengerti arah dan tujuan
berkembangnya peradaban. Dan di masa kini missing link informasi ini bisa berarti munculnya
banyak kerusakan besar di dunia.
Tugas kita yang hidup pasca bencana Tsunami yang baru lalu adalah bagaimana
memanfaatkan keunggulan Teknologi Informasi ini untuk melindungi informasi di seluruh
kemusnahan informasi massal yang membuat bangsa ini kehilangan jati dirinya.
Puluhan ribu bahkan ratusan ribu yang gugur pasca rangkaian bencana tersebut, memberikan
pesan kepada kita yang masih hidup agar memanfaatkan teknologi informasi untuk menjaga
informasi berharga di sekitar kita, untuk bekal kehidupan bangsa ini di masa depan.
CATATAN :
Sebuah laporan mengenai data pertanahan yang ikut hancur akibat Tsunami di Aceh misalnya menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 12 Ton dokumen pertanahan di Propinsi ini yang berada dalam kondisi kritis dan terancam rusak pasca Tsunami karena disimpan dalam bentuk buku dan kertas manual tanpa adanya backup. Dokumen tersebut adalah dokumen kepemilikan tanah, surat ukur, register hak, surat keputusan kepala kanwil, eigendom (hak tanah masa Belanda), erfacch (Hak Guna Usaha), dan dokumen warkah (asal-usul tanah). Arsip Nasional bahkan sampai meminta bantuan JICA untuk membentuk team khusus penyelamatan dokumen tanah milik warga Banda Aceh.
Sebuah team The Japan Committe for Preservation Of Cultural Heritage in Victim Area
dibentuk oleh JICA untuk membantu menyelamatkan data penting yang terancam musnah tersebut. Bayangkan jika dokumen ini disimpan dalam bentuk digital oleh Teknologi Informasi dan dibuat back up datanya, tidak akan ada usaha serumit itu menyelamatkan data. Data perbankan menjadi data penting yang ikut hilang dalam bencana Tsunami yang lalu. Tidak adanya standar back up data yang
baik di lingkungan perbankan yang ditunjang penggunaan Teknologi Infornasi dan Komunikasi telah membuat kekacauan sistem perbankan pasca bencana Tsunami. Tak terhitung data pelanggan beserta transaksinya yang ikut hilang akibat bencana tersebut. Bagaimana menggantikan surat-surat deposito
Dengan nasabah yang masih berupa lembaran-lembaran kertas, bagaimana menyelamatkan obligasi, surat-surat berharga, yang saat ini sebagaian besar terbuat dari lembaran kertas. Dalam dunia pendidikan ratusan ribu arsip ijazah sekolah musnah. Dan jutaan data nilai hasil pendidikan ratusan ribu siswa di NAD juga hilang tersapu bencana. Bagaimana melalui proses legalisasi pendidikan jika data mengenai hasil pendidikan bertahun-tahun hilang seperti ini? Bukankah proses legalisasi pendidikan di Republik ini
masih mengedepankan peranan lembaran kertas yang terlegalisasi ? Bagaimana nasib puluhan ribu lulusan pendidikan yang akan masuk dunia kerja tanpa adanya legalisasi hasil pendidikan ?
Bencana beruntun yang terjadi itu kita kembali diingatkan bahwa negeri kita berada di lokasi ring of fire, sebuah negeri yang paling banyak memiliki potensi terkena guncangan gempa.
Tidak bisa kita bayangkan betapa lebih hancurnya Bangsa Indonesia , jika bencana-bencana ini
terjadi di Ibu Kota Jakarta , misalnya. Sebuah kota yang memuat lebih dari 99 % informasi
tentang hidup dan kehidupan Bangsa Indonesia . Betapa banyak informasi vital Bangsa yang
musnah jika bencana seperti ini terjadi di Jakarta .
Sungguh Tuhan masih mencintai bangsa Indonesia . Tanah serambi Aceh, Yogyakarta , pantai selatan Pulau Jawa, dan beberapa lokasi negeri ini, untuk kesekian kalinya telah
memposisikan diri sebagai penyelamat seluruh Bangsa. Dengan bersedia menerima rangkaian
bencana ini dari Tuhan, maka sebenarnya seluruh Bangsa Indonesia akan terselamatkan.
Bencana-bencana besar yang melanda, pada hakekatnya adalah salah satu bentuk kecintaan
Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa Indonesia , untuk memberikan ruang pembelajaran
besar bagi Bangsa ini terutama terhadap pengelolaan informasi. Hanya saja mampukah kita
semua saat ini menarik hikmah besar dari peristiwa ini ?
Itulah sekelumit peran besar Teknologi Informasi dalam menyelamatkan Bangsa ini. Contoh
kasus penanganan bencana yang terjadi di beberapa lokasi bencana dengan bantuan
Teknologi Informasi dan Komunikasi sebenarnya telah menunjukkan wajah dan peran penting
Teknologi ini bagi bangsa kita di masa kini dan masa-masa yang akan datang.
Transformasi telah terjadi di semua bidang hidup manusia akibat Teknologi Informasi. Sampai
pertengahan 2006 yang lalu misalnya Time Magazine mencatat angka bisnis biro jodoh di
internet mencapai lebih 500 juta dollar atau sekitar 5 Trilyun rupiah. Di dalam negeri akhir
Maret 2006 yang lalu lebih dari 1 juta orang nasabah perbankan telah menggunakan mobile
banking berbasis sms (sms-banking) pada 17 bank Nasional. Bisnis dan bahkan aktivitas
personal saat ini dapat dilakukan dengan sangat efisien dengan bantuan Teknologi ini.
Sebagai gambaran betapa besarnya nilai transaksi yang berkait dengan aktivitas berbasis online ini misalnya dapat dilihat dari transaksi keuangan yang saat ini dilakukan Bank Indonesia
dengan sistem RTGS (real time gross settlement). Volume transaksi yang dilakukan oleh
sistem yang dibangun oleh Bank Indonesia saat ini telah mencapai rata-rata Rp 111 triliun
rupiah sehari dari sekitar 18.900 transaksi (bandingkan dengan kliring harian sebanyak
300.000 warkat dengan jumlah rata-rata Rp.4,9 triliun)4? Aktivitas transaksi elektronik yang
berasal dari kartu kredit, mesin ATM, transaksi elektronik antar perusahaan telah mencapai 81
Trilyun per hari5.
Aktivitas E-Commerce dunia berbasis web juga telah mencapai nilai yang tidak kalah besar. Sebagai gambaran lain tentang besarnya pasar dan aktivitas manusia yang telah terhubung
dengan aktivitas e-commerce adalah statistis jumlah pengguna internet di dunia dan gambaran
kecepatan perkembangannya6. Pada tahun 1994 jumlah pengguna internet dunia hanya 3 juta
orang. Jumlah ini berkembang dengan pesat dan dalam waktu 4 tahun pada tahun 1998
jumlahnya telah mencapai 100 juta pengguna7. Setiap hari jumlah pengguna internet telah
berkembang sebanyak 600 ribu orang per hari8, sebanyak 1000 situs per hari tampil di internet
pada tahun 2006 ini. Bandingkan juga data ini dengan data dari DFC Intelligent yang
mengungkapkan penjualan game on line global mencapai nilai lebih dari 3 milyar dollar pada
tahun 2006 dan diperkirakan akan mencapai 13 milyar dollar pada tahun 20119.
Pada tahun 2006 jumlah pengguna internet diperkirakan mencapai jumlah lebih dari 1 Milyar
orang di seluruh dunia. Karakter pasar raksasa ini berbeda dengan pasar konvensional yang
dibatasi oleh koridor ruang dan waktu. Pasar raksasa internet ini adalah pasar tunggal dengan
karakter sangat terbuka. Tanpa melihat posisi negara yang berbeda dan tanpa melihat dan
mengikutsertakan karakter produsen dan konsumen, maka pasar internet secara hakikat
adalah pasar terbesar yang pernah dibangun oleh umat manusia.
Pada tahun 1996 penerimaan yang diperoleh dari konsumen e-commerce mencapai nilai
sebesar 1,8 milyar dollar Amerika. Pada tahun 2002 mencapai nilai 26 milyar dollar Amerika.
Pada tahun 2002 jumlah ini berkembang pada kisaran 42,2 milyar dollar Amerika10. Besarnya
nilai transaksi inilah yang membuat pengamat seperti Amy Harmon menjuluki E-Commerce
sebagai the next big thing11, sementara internet sendiri sebagai infrastruktur utama ECommerce
saat ini disebut-sebut sebagai the mainstream budaya saat ini.
Data pertengahan tahun 2006 ini menunjukkan industri terkait teknologi informasi berkembang
sebesar 6,9 %. Industri jasa berkembang paling besar dengan tingkat perkembangan 10,4 %,
disusul dengan industri aplikasi telematika 8,7 %, hardware 6,5 % dan perangkat komunikasi
7,8 %12.
Teknologi Informasi dan Komunikasi menjanjikan banyak keunggulan yang menjadi tugas kita bersama untuk terus mengelaborasinya. Ada tiga bagian utama pembangun teknologi
informasi yang dirumuskan oleh para ahli sebagai kolaborasi dari 3 domain C (Computer,
Communication, dan Content). Pakar teknologi informasi komunikasi yang lain merumuskan
komponen pembangun itu dengan lebih sederhana yaitu terdiri dari komponen komponen
Hardware, Software, dan Firmware.
Komponen Hardware sungguhpun terlihat kasat mata bentuknya, akan tetapi ternyata hanya merupakan kurang 30 % persen dari seluruh bagian sistem yang membangun Teknologi
Informasi dan Komunikasi. Lebih dari 70 % komponen pembangun Teknologi Informasi dan
Komunikasi adalah software atau aplikasi (Data CITRAS Indonesia).
Artinya tanpa ada aplikasi maka sebuah mikro komputer, desktop komputer, LAP Top atau
sebuah Palm Top, ataupun sebuah Super Computer hanyalah onggokan logam tersusun yang
tidak dapat diambil manfaatnya selain oleh para pencari logam bekas. Sebuah komputer atau
bahkan perangkat telekomunikasi seharga 300 juta dollar US seperti satelit hanyalah sebuah
logam bersusun yang tidak dapat digunakan tanpa adanya aplikasi atau software yang
menjalankannya, susunan logam tersebut hanya akan menjadi sebuah tubuh jiwa.
Sesungguhnya JIWA dari Teknologi Informasi dan Komunikasi ternyata adalah aplikasi atau
softwarenya.
Sama seperti manusia sesungguhnya yang paling berarti dan memberi makna kehidupan
manusia adalah JIWAnya. Karena betatapun sentosa dan kuat fisiknya akan tetapi tanpa JIWA
dia jauh beda dengan SEONGGOK BATU.
Sedemikian pentingnya sisi perangkat lunak dari Teknologi Informasi dan Komunikasi
membuat pemerintah memutuskan membentuk Direktorat Aplikasi Telematika di bawah
Departemen komunikasi dan informatika. Pembentukan Departemen Komunikasi dan
Informatika dan khususnya Dirjen Aplikasi Telematika ini memang ditujukan untuk
mendayagunakan kelebihan Teknologi Informasi untuk kemajuan bangsa.
Deretan angka ini masih ditambah dengan belum siapnya seluruh komponen Teknologi
informasi dan komunikasi untuk digelar di seluruh Indonesia . Teledensitas, sebuah angka
untuk mengukur penetrasi infrastruktur teknologi informasi misalnya masih menunjukkan angka
11 – 25% untuk kota besar, sementara untuk pedesaan baru mencapai 0.2%. Masih terdapat ±
43.022 desa tanpa akses telepon (64.4% dari 66.778 desa). Penetrasi infrastruktur
telekomunikasi, 7.82 juta fixed line (±3% penduduk),
± 24 juta telepon selular (5.5% penduduk). Pelanggan Internet tahun 2004 di-estimasi sebesar 1.3 juta. Pengguna Internet tahun 2004 di-estimasi sebesar 12 juta. Sementara itu 80 % penggunaan bandwith internet saat ini masih untuk game online dan akses-akses non produktif lainnya.
Sementara di sisi lain kita dituntut oleh masyarakat internasional untuk segera merampungkan
persiapan awal menuju Masyarakat Informasi Global.
WSIS – (World Summit on the Information Society) yang merupakan forum teknologi informasi
dan komunikasi dunia di bawah badan PBB ITU (International Telecommunication Union)
sepakat untuk mencanangkan pada Tahun 2015, rencana-rencana aksi sebagai berikut :
1. Menghubungkan Desa dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan
membentuk Community Access Point;
2. Menghubungkan Universitas, Akademi, tingkat SMU dan SMP, tingkat SD dengan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK);
3. Menghubungkan Pusat Ilmu dan Penelitian dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK);
4. Menghubungkan Perpustakaan Umum, Pusat Kebudayaan, Museum, Kantor Pos dan
Kearsipan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK);
5. Menghubungkan Pusat Kesehatan dan Rumah Sakit dengan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK);
6. Menghubungkan seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah dan membuat website
dan alamat e-mail;
7. Mengadopsi seluruh kurikulum sekolah dasar dan menengah dalam menghadapi
tantangan masyarakat informasi, harus diperhitungkan pada taraf nasional;
8. Memastikan bahwa seluruh populasi di dunia mempunyai akses untuk pelayanan televisi
dan radio;
9. Mendorong pengembangan konten dan menempatkan pada tempatnya kondisi secara
teknis dalam rangka memfasilitasi keadaan terkini dan penggunaan semua bahasa di
dunia di Internet;
10. Memastikan bahwa lebih dari setengah penduduk dunia mempunyai akses dengan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Paling tidak sampai dengan tahun ini ketentuan PBB melalui WSIS tersebut belum mampu kita penuhi dengan baik. Dari sinilah arti penting dan aktivitas pembangunan yang dilakukan
dimulai oleh setiap bangsa di seluruh dunia.
Di dalam negeri perkembangan pasar peranti lunak selama ini masih menjadi target pasar
bukan pemain. Dengan menjadi target pasar-pun, konsumsi Teknologi Informasi (TI) secara
keseluruhan relatif masih sangat rendah terhadap konsumsi TI di negara-negara tetangga
seperti Malaysia dan Singapura.
Konsumsi TI di Indonesia per-2005 hanya mencapai US$ 1,9 miliar, dimana 80% masih
didominasi oleh peranti keras. Sementara itu, produk peranti lunak hanya mencapai 8% dan
12% diraih dari penjualan layanan peranti lunak. Bila peranti lunak digabung dengan
layanannya, total menjadi 20% atau sekitar US$380 juta.
Sementara itu, berdasarkan riset dari Forrester Research, pasar peranti lunak secara global
mencapai US$207 miliar. Bila diproyeksikan terhadap PDB, maka angka konsumsi TI
terhadap PDB negara tersebut. Di India, konsumsi TI tahun lalu mencapai US$18 miliar,
sedangkan konsumsi di Amerika Serikat telah mencapai US$346 miliar. Mestinya Indonesia
bisa mencapai US$3 miliar (angka ideal konsumsi TI Indonesia). Di lihat dari kondisi
perkembangan TI sekarang, potensi TI Indonesia sebenarnya besar, namun juga menyimpan
tantangan yang tinggi.
Sementara itu Peta Aktivitas Pengembang Aplikasi di Indonesia menunjukkan trend
perkembangan sebagai berikut :
1. Jumlah Pengembangan Tingkat menengah ke atas ada 200 ISV (Independent
Software Vendor); 15 go international
2. Konsentrasi terbesar ada di Jabotabek (>60%)
3. Anggota ASPILUKI: 94 ISV, perkembangan di daerah2: Jambi, Bali , Jogyakarta
4. Pertumbuhan di daerah2: Bali , Jabar, Jateng, Sumut, Jatim dst.
5. Terdapat Inisiatif pengembangan ‘software development centers
# Pemerintah & swasta: RICE – Regional IT Center of Excellence ; ada tiga
lokasi saat ini:
* RICE PT Inti di Bandung
* RICE Trisakti di Jakarta
* RICE Dinas Deperindag di Bali
# Universitas & swasta: BHTV, SalatigaCamp, Bogor Cyber Park , Cimahi Cyber
City, TobaTech dsb.
Peta kondisi dalam negeri ini di sisi lain bercerita betapa besarnya peluang untuk membangun industri aplikasi dalam negeri. Sampai 25 tahun yang akan datang Industri Software akan menjadi industri yang paling penting di seluruh dunia(McFarlan et al). Peran software menjadi
sebagai ‘key enablers’ untuk industri-industri yang lain (dari entertainment seperti film sampai
dengan property, manufacturing, process, e-governement).
Sementara di sisi lain hasil survey Global menunjukkan trend umum bahwa negara dengan
pertumbuhan TIK yang cepat memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat pula. Sementara
pertumbuhan TI dalam survey yang sama ditentukan oleh besar pembelanjaan yang tepat
pada bidang software dan layanan TIK.
Dari penurunan hasil survey Global tersebut dapat diambil kesimpulan tumbuhnya industri dan
pasar legal software lokal akan mendorong tidak hanya pasar TIK tapi juga pertumbuhan
ekonomi yang lebih baik.
Pemerintah bersama seluruh stake holder Bangsa berupaya keras mencapai target besaranbesaran Masyarakat Informasi Indonesia ini.
Berikut ini adalah target utama pengembangan industri software yang akan dibangun di dalam negeri. Bersama dengan masyarakat, dunia usaha, dan industri target ini akan diraih bersamasama.
Target 2005 2010Di samping target terbangunnya industri TIK tersebut pemerintah saat ini sedang
memperjuangkan dengan keras proses pembangunan Regulasi yang akan memberikan
kepastian hukum yang lebih baik kepada para pengguna TIK di Indonesia. RUU Informasi dan
Transaksi Elektronik (ITE) saat ini sedang dalam pembahasan yang serius di lingkungan
Pansus RUU ITE DPR-RI untuk dapatnya disahkan menjadi Undang-Undang.
Penggelaran aktivitas elektronik ini di Indonesia masih mengalami kendala dari sisi aspek
legalitas dan dasar hukum bagi pelaksanaan dan pengembangan aktivitasnya. Kendala dari
sisi hukum ini menjadi sisi terlemah dari penggelaran aktivitas berbasis TIK di Indonesia.
Sebagai sebuah negara yang menjunjung tinggi nilai hukum kondisi ini tidak dapat diterima
begitu saja di Indonesia .
Di hampir seluruh negara di dunia masalah ini memang masih menjadi masalah yang rumit untuk dipecahkan. Di Amerika Serikat jauhnya jarak pemahaman hukum dengan pemahaman digital atau pemahaman cyber melahirkan lusinan regulasi transaksi elektronik yang rumit dan teknis. Pemahaman aspek inti teknis yang rumit dari transaksi elektronik ini ternyata menyeret lusinan regulasi yang sangat teknis ke dalam domain hukum13.
Akan tetapi rendahnya pemahaman mengenai domain TIK dari para penentu regulasi (legislatif
dan juga eksekutif) tidak harus membuat kita tidak memiliki landasan regulasi yang cukup
untuk melakukan aktivitas yang legal dalam pengelaran TIK. Kita doakan dalam beberapa
waktu yang akan datang kita akan memiliki Undang-undang ITE yang akan mewadahi secara
legal seluruh aspek aktivitas berbasis TIK yang ada di Indonesia .
Muara dari seluruh aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah adalah tercapainya
Masyarakat Informasi Indonesia pada tahun 2015 (MII 2015) yang akan datang. Masyarakat
Informasi Indonesia ini adalah masyarakat yang mampu memanfaatkan keunggulan TIK di
semua sektor sebagai sebuah faktor enabler bagi sektor tersebut. Masyarakat Informasi
Indonesia 2015 juga akan memfasilitasi jalan tercapainya bangsa Indonesia yang maju dengan
Teknologi Informasi.
Mengutip pesan Presiden Indonesia , Susilo Bambang Yudhoyono, dalam sebuah pidatonya
tentang peran Teknologi Informasi dan Komunikasi, bahwa sudah selayaknyalah
pemanafaatan Teknologi informasi mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas,
mendorong partisipasi masyarakat di dalam pemanfaatan Teknologi Informasi sehingga
terwujud masyarakat yang cerdas yang selanjutnya akan mampu meningkatkan daya saing
bangsa.
DAMPAK NEGATIF PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN TELEKOMUNIKASI :
1. Pelanggaran hak cipta
Hak cipta adalah hak yang diberikan kepada seseorang atau kelompok atas hasil karya atau sebuah ciptaan untuk mengumumkan, memperbanyak, dan menggunakan karya ciptanya.
Tujuan memberikan hak cipta adalah :
- Melindungi kepentingan pencipta atas hasil ciptaannya
- Mendorong orang untuk berinovasi untuk menghasilkan karya cipta.
- Menciptakan rasa aman bagi setiap orang untuk menghasilkan sebuah karya cipta yang bermanfaat bagi manusia.
Untuk melindungi warga tentang hasil karyanya pemerintah mengeluarkan undang-undang hak cipta yaitu undang-undang no. 19 tahun 2002.
Beberapa bentuk ciptaan yang dilindungi undang-undang antara lain :
Beberapa bentuk ciptaan yang dilindungi undang-undang antara lain :
- Buku, program komputer (software), pamlet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain.
- Ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan yang sejenis
- Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
- Lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
- Darama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
- Seni rupa dan segala bentuk seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan;
- Arsitektur;
- Peta;
- Seni batik;
- Fotografi;
- Sinematografi;
- Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan.
Menurut pasal 1 ayat 8 UU hak cipta, yang dimaksud program komputer adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, yang apabila digabung dengan media yang dapat dibaca dengan computer akan mampu membuat computer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi khusus atau untuk mencapai hasil khusus, termasuk persiapan untuk merancang instruksi-instruksi tersebut.
Pasal 72 ayat 3 UU hak cipta menyatakan bahwa barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program computer dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan / atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Pembajakan akan merugikan pemegang hak cipta dan perkembangan teknologi karena :
a. Mengurangi jumlah uang untuk penelitian dan pengembangan program computer
b. Mengurangi penyediaan produk penunjang local
c. Mengurangi kemampuan penyaluran program computer yang sudah ditingkatkan mutunya
d. Mengurangi hasil penjualan penyalur resmi.
2 Cybercrime
Pasal 72 ayat 3 UU hak cipta menyatakan bahwa barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program computer dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan / atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Pembajakan akan merugikan pemegang hak cipta dan perkembangan teknologi karena :
a. Mengurangi jumlah uang untuk penelitian dan pengembangan program computer
b. Mengurangi penyediaan produk penunjang local
c. Mengurangi kemampuan penyaluran program computer yang sudah ditingkatkan mutunya
d. Mengurangi hasil penjualan penyalur resmi.
2 Cybercrime
Adalah kejahatan atau tindakan melawan hokum yang dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan sarana computer terutama internet.
Karakteristik kejahatan internet adalah sebagai berikut :
Karakteristik kejahatan internet adalah sebagai berikut :
- Kejahatan melintasi batas Negara
- Sulit menentukan hokum yang berlaku karena melintasi batas Negara.
- Tidak dapat dipastikan hokum Negara mana yang berlaku.
- Menggunakan peralatan-peralatan yang berhubungan dengan computer dan internet.
- Mengakibatkan kerugian yang lebih besar disbanding kejahatan konvensional
- Pelaku memahami dengan baik internet, computer, dan aplikasinya.
Bentuk-bentuk cybercrime antara lain :
- Unauthorized acces adalah kejahatan dengan cara memasuki jaringan computer dengan cara yang tidak sah (melakukan penyusupan). Penyusupan untuk mencuri informasi, sabotase pelakunya disebut cracker. Sedangkan penyusupan untuk menguji keandalan suatu system pelakunya disebut hacker.
- Illegal contents adalah memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu yang tidak benar dengan tujuan merugikan orang lain maupun menimbulkan kekacauan.
- Data forgery adalah memasukkan data yang tidak benar ke dalam internet.
- Cyber espiongase and extortion (cyber terrorism) adalah kejahatan dengan cara memasukkan virus/program untuk menghancurkan data pada computer pihak lain.
- Offense against intellectual property adalah kejahatan yang dilakukan dengan cara menggunakan hak kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di internet.
- Infringements of privacy adalah kejahatan yang dilakukan dengan cara mendapatkan informasi yang bersifat pribadi dan rahasia.
- Phishing adalah kejahatan dengan cara mengecoh orang lain agar memberikan data pribadinya melalui situs yang disiapkan pelaku.
- Carding adalah kejahatan yang dilakukan dengan cara mencuri data-data kartu kredit orang lain kemudian digunakan untuk transaksi melalui internet.
3. Penyebaran virus computer
Virus computer adalah program kecil yang mampu menggandakan diri dan bersifat merusak computer yang terinfeksi olehnya.
Sifat dan karakter virus antara lain :
a. Berukuran sangat kecil
b. Mampu menggandakan diri
c. Membutuhkan korban agar tetap hidup
d. Membutuhkan medium tertentu untuk menyebar.
Tanda-tanda computer terinfeksi virus :
a. Computer menjadi lambat
b. Kinerja memori berkurang
c. Ruang penyimpan data cepat penuh,
d. Computer tiba-tiba restart
e. Ada pesan muncul yang tidak dikehendaki, dan lain-lain.
Kerugian yang ditimbulkan akibat virus adalah :
a. Kerusakan / hilangnya data
b. Kerusakan program computer
c. Kerusakan hardware computer
d. Kehilangan banyak waktu dan uang untuk memperbaiki computer
Cara menghindari agar computer tidak terinfeksi virus :
a. Menginstal antivirus
b. Sering meng-update database antivirus
c. Berhati-hati menjalankan file baru
d. Mewaspadai kerusakan sejak awal.
e. Membackup data secara teratur
f. Selalu melakukan scanning terlebih dahulu sebelum membuka data dari media computer lain.
Contoh antivirus yang beredar di pasaran antara lain :
a. Freeware (gratis) : AVG, ANSAV, Anti Vir, ClamAV, Norman AVdll.
b. Shareware (tidak gratis) : Mc Afee Virus scan, Norton AV, Kaspersky , Norton AV, dll.
4. Pornografi, perjudian dan penipuan
a. Berukuran sangat kecil
b. Mampu menggandakan diri
c. Membutuhkan korban agar tetap hidup
d. Membutuhkan medium tertentu untuk menyebar.
Tanda-tanda computer terinfeksi virus :
a. Computer menjadi lambat
b. Kinerja memori berkurang
c. Ruang penyimpan data cepat penuh,
d. Computer tiba-tiba restart
e. Ada pesan muncul yang tidak dikehendaki, dan lain-lain.
Kerugian yang ditimbulkan akibat virus adalah :
a. Kerusakan / hilangnya data
b. Kerusakan program computer
c. Kerusakan hardware computer
d. Kehilangan banyak waktu dan uang untuk memperbaiki computer
Cara menghindari agar computer tidak terinfeksi virus :
a. Menginstal antivirus
b. Sering meng-update database antivirus
c. Berhati-hati menjalankan file baru
d. Mewaspadai kerusakan sejak awal.
e. Membackup data secara teratur
f. Selalu melakukan scanning terlebih dahulu sebelum membuka data dari media computer lain.
Contoh antivirus yang beredar di pasaran antara lain :
a. Freeware (gratis) : AVG, ANSAV, Anti Vir, ClamAV, Norman AVdll.
b. Shareware (tidak gratis) : Mc Afee Virus scan, Norton AV, Kaspersky , Norton AV, dll.
4. Pornografi, perjudian dan penipuan
- Internet biasanya digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan gambar-gambar porno untuk merusak mental sebuah bangsa terutama generasi muda.
- Perjudian juga marak dilakukan melalui internet, misalnya kasino.
- Penipuan sering terjadi dilakukan melalui internet dengan cara menawarkan barang yang sangat menarik, namun tidak sesuai dengan kenyataan.
LAMPIRAN - LAMPIRAN 






LAMPIRAN 4



Tidak ada komentar:
Posting Komentar